J E S U S  I  B E L I E V E  Y O U

Saatnya bagi kita bersaat teduh sejenak..
Sambil berlutut.. Mari kita sembah dan puji nama Tuhan..

Untuk mengingat akan Kasih Nya yang besar dan agung.. Kita dengarkan sejenak lagu penyembahan ini.
Into Your hand I commit again

With All I am For You Lord

You hold my world in the palm of Your hand

And I’m Yours forever
Jesus I believe in You

Jesus I belong to You

You’re the reason that I live

The reason that I sing with all I am
I’ll walk with You wherever You go

Through tears and joy I’ll trust in You

And I will live in all of Your ways

Your promises forever
Jesus I believe in You

Jesus I belong to You

You’re the reason that I live

The reason that I sing
Jesus I believe in You

Jesus I belong to You

You’re the reason that I live

The reason that I sing with all I am
I will worship, I will worship You

I will worship, I will worship You

I will worship, I will worship You

I will worship, I will worship You
I will worship, I will worship You

I will worship, I will worship You

I will worship, I will worship You

I will worship, I will worship You
Jesus I believe in You

Jesus I belong to You

You’re the reason that I live

The reason that I sing
Jesus I believe in You

Jesus I belong to You

You’re the reason that I live

The reason that I sing
Jesus I believe in You

Jesus I belong to You

You’re the reason that I live

The reason that I sing with all I am
I will worship, I will worship You

I will worship and I will worship You
terjemahan bahasa indonesia :
Ke tangan mu Kuserahkan lagi

Dengan Semua milik ku Untuk Tuhan
Engkau memegang ku di telapak tangan mu

Dan Aku Milikmu selamanya
Yesus, aku percaya

Yesus, aku milik-Mu

Kau alasan yang aku jalani

Alasan bahwa aku bernyanyi dengan semua segenap hati
Aku akan berjalan dengan mu di mana pun engkau pergi

Melalui air mata dan sukacita ku aku percaya engkau

Dan aku akan hidup dalam semua cara mu

Janjiku.. selamanya
Yesus, aku percaya pada mu

Yesus, aku milik-Mu

Kau alasan yang aku jalani

Alasan bahwa aku bernyanyi
Yesus, aku percaya pada mu

Yesus, aku milik-Mu

Kau alasan yang aku jalani

Alasan bahwa aku bernyanyi dengan segenap hati
Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu
Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu
Yesus, aku percaya pada mu

Yesus, aku milik-Mu

Kau alasan yang aku jalani

Alasan bahwa aku bernyanyi
Yesus, aku percaya pada mu

Yesus, aku milik-Mu

Kau alasan yang aku jalani

Alasan bahwa aku bernyanyi
Aku akan menyembah , aku akan menyembah mu

Aku akan menyembah dan aku akan menyembah mu..
Buat teman teman..

Selamat malam, selamat beristirahat

Tuhan Yesus mengasihi kita semua

Advertisements

DORONGAN SEMANGAT KETIKA KITA MEMBUTUHKANNYA

“Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Disitu mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus : “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.’ Dan…. dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata : ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia’ ” (Matius 17:1-5).
Perubahan rupa berhubungan dengan yang telah terjadi sebelumnya. Yaitu, pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Kristus (Mat.16-16) dan ramalan Yesus mengenai kematian-Nya dan kebangkitan-Nya dan pernyataan-Nya mengenai salib-salib para murid-Nya (ayat 21-18).
Matius memberitahu kita bahwa Yesus naik ke atas gunung enam hari setelah peristiwa di Kaisarea Filipi, tetapi dia tidak memberitahu kita mengapa. Tetapi Lukas memberitahu kita. Lukas 9:28 menyatakan bahwa Dia membawa tiga orang murid “naik ke atas gunung untuk berdoa.”
Banyak yang hal yang harus didoakan. Pada saat itu Dia sepenuhnya bertekad dan berkomitmen untuk pergi ke Yerusalem dan salib yang menunggu-Nya disana, sesuatu yang menakutkan bagi-Nya. Dia juga mempunyai beban berdoa untuk para murid-Nya yang tidak mengerti, mereka yang tidak lama lagi harus Dia tinggalkan untuk memulai gereja-Nya di bumi.
Dan pada tahap ini betapa lemahnya mereka itu. Lukas memberi tahu kita bahwa apa yang mereka lakukan di Gunung Kemuliaan itu mereka kemudian lakukan di Getsemani-mereka tidur sementara Yésus berdoa (ayat 32). Dan inilah murid-murid-Nya yang paling dekat – – – mereka yang telah dia pilih pertama kali dari antara 12 untuk perintah khusus. Jika mereka memiliki tingkat kerohanian yang begitu rendah, bagaimana keadaannya dengan sembilan yang lain ?. Tidak mengherankan Yesus merasa perlu sekali untuk bersoa.
Di sana di atas Gunung, pemulihan itu berlangsung, suatu pertunjukan kerajaan kemuliaan masa depan dalam bentuk miniatur. Tujuannya adalah memberi dorongan semangat bagi Yesus maupun bagi para murid yang “kebingungan atas keadaan” akibat keterangan Yesus mengenai Kemesiasan dan pemuridan. Tetapi yang pertama dan terutama, hal itu menguatkan Yesus.
Khususnya yang penting adalah suara dari surga–suara yang sama yang telah Yesus dengar pada baptisan-Nya ketika Dia baru saja melangkah melaksanakan missi-Nya. Sekarang Dia mendengarkannya lagi pada saat pelayanan-Nya menunjukkan arah ke Yerusalim. Allah sedang memberi tanda persetujuan atas keputusan Yésus dan tindak kelanjutanya. Seakan Bapa mengatakan, “Maju terus, Engkau sudah membuat pilihan yang tepat. Aku akan berada bersamamu-Mu.”
Kita bersyukur memiliki Allah yang bersedia memberi kita semangat dan mendorong kita apabila kita sangat memerlukannya.

自分の教育

人は生まれてから家庭や学校という教育現場で

様々な教えを受けてきました。

社会人になれば、教えられた知識を経験とともに

言葉にし、行動してきました。

人からどんなことを教えられても、

自分の意欲がなければ学ぼうとしませんし、

身につきません。

残念ながら「意欲」は「感情」に負けることの方が

多いのです。

自分自身の心の扉は外からは開けられません。

内側からしか開けられないのです。

人から何を言われようと、

自分が動かなければ何も起きないのです。

感情に流される弱い自分と話をして、

「行動なくして成果なし」と

言い聞かせましょう。

自分の教育は自分でしていくものなのです。

自分の満足

自分が何に満足するかをわからずに
大人になってしまうと、
自分の満足が他人の言動によってしか得られないことが
あります。
元々、自分の成長や夢や希望の実現に関心がない、
もしくは持てなかった人にとっては、
他人の言動が生きる力になっているのです。
とにかく、自分を賛美してくれたり、
チヤホヤされたり、そういう人が
誰でもいいからいてほしいと思うのです。
その人の人柄や心に魅かれているわけではなく、
自分に表面的にでもほめ称えてくれる人が大好きになってしまうのです。
そんな人たちがグループを形成すると大変です。
最初は、お互いに大げさにほめあったり、賛美しあいますが、
元々、満足が人の言動ですから、満足ができずに傷つけあうようになります。

虚勢を張っている人同士は結びつきやすいのです。
自分自身を観て、小さな目標とゴールを設定して、
自分にご褒美をあげながら、次へのやる気をだして、
今日を生きて行く。
もらうことばかり考えずに、少しでも与えていくことを考える。
自分の満足を人に求めていては、彷徨うばかりなのです。

「言葉の奥行き」

短い話の中にも、その人の人間性や奥行きを感じることが
できます。

会話や文章の中にも必ず出てきます。
丁寧に話しても、論理的に話しても、面白おかしく話しても、
その中に使われている言葉と行間、沈黙の間の中に、
その人の深さや浅さを感じさせるものが
潜んでいます。
いつも中味のある話を心がけておかないと、
ここぞと言う時に伝わらないのです。
気のあう仲間たちとダラダラと意味もなくしゃべることは
いつでもできます。
「伝える」ということは、自分の言葉を支えている視野の広さや、
中味の確かさをしっかりつけておかなければならないと
いうことです。

 

自分を観る訓練をしておかないと、伝えたい話も伝わらなくなるのです。

チャンスを呼ぶ

チャンスをつかむためにはどうしたらいいのか?

 

そのためには、自分を導いてくれる人、自分よりも上にいる人に可愛がられることが必要です。

 

これがない限り、チャンスなんて絶対に来ません。
「チャンスが来ない」と言っている人は、この肝心な「上にいる人に可愛がられる努力」をしているでしょうか?

 

その努力をしていないのに、チャンスをもらえるはずはないのです。

 

ここをわかっていない人がたくさんいます。

 

もし不平不満があるのならば、まず上の人に可愛がられる努力をしてください。

 

この努力というのは、ゴマをすることではありません。

 

上にいる人ほど、「ゴマをすられている」と分かりますから、そんなことをしても意味はありません。

  

可愛がられるということと、ゴマをするということは全く違います。

 

ここを間違えないでください。

 

いくら自分で「能力がある」と思っていても、チャンスをくれる人が認めてくれなければ能力がないのと同じです。

 

これはすごく重要なことです。

  

では、どうしたらいいのかということですが、人から認めてもらうためには、仕事に役立つ勉強と、可愛がられる努力の二つをすることが大切です。

 

どちらか一方ではダメです。

 

二つともやってください。きっとチャンスは訪れますよ。

PERMEN KARET

Permen karet..ya.. permen karet siapa yang tidak suka permen karet…

Sebagian dari kita mungkin suka sekali dengan permen karet, kita hisap manisnya, lalu setelah hilang manisnya kita mainkan dengan meniup membentuk balon…

Semakin sering dimainkan permen karet tersebut menjadi lengket dan sangat riskan sekali jika sudah menepel untuk dilepas apalagi  dipakaian kita.

Dan ada juga yang membuat permen karet tersebut untuk membuat usil kepada teman dengan menempelkannya di rambut atau di bangku / kursi…

Butuh proses untuk melepaskannya…
Begitu juga dengan “ perbuatan dosa “, perbuatan dosa sama halnya dengan seumpama permen karet…

Jika seseorang melakukan perbuatan dosa, orang tersebut sangat menikmatinya dan merasa puas dengan melakukan apa yang mereka anggap benar untuk kesenangan…

Seiring berjalannya waktu mereka akan merasa jenuh dengan perbuatan yang mereka lakukan, tapi mau dikata apa hasil dari perbuatan yang dilakukan sudah menempel dipikirannya dan sangat sulit untuk melepaskanny…

Butuh proses untuk dapat melepaskannya dan tidak mudah…harus dengan pengampunan dan mau melakukannya …

Hargailah dan bersyukurlah atas karya yang telah Tuhan berikan kepada kita, dengan berkomitman untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapa-Nya.